Cinta, sebuah penyakit

Yup kawan-kawan, malam ini ingin sekali kubahas topik ini. Sebuah topik yang menurutku krusial bagi kalangan remaja. Kau termasuk aku adalah puncak-puncaknya sebuah asmara muncul dan berkembang. Entah itu cinta monyet, cinta brontosaurus yang menurut bang radit lebih gede dan lebih sangar, apapun itu jenisnya. Tetap saja cinta itu sebuah penyakit.

Cinta adalah sebuah penyakit, orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan dan itu bukan hanya teori yang aku susun ngasal jeplak, aku hanya pengamat yg penuh rasa salah dan selalu menelusuri setiap pengalaman hidupku. Ya aku merasakannya sendiri.

Cinta sering menyakiti di setiap lekuk indahnya, jahatnyapun tersamar menjadi debu-debu kebahagiaan. Cinta tak hanya dari mata berlabuh ke hati, namun cinta juga bisa dari hati turun ke air mata. itulah sebabnya cinta tak pernah kemarau, membuat penjualan tisu laku keras.

Dia. Cinta, adalah sebuah timbal balik misterius, aku bertaruh bahwa Tuhan-pun tertawa ketika kita bertanya “kok bisa begini?” pada akhir skenario. karena sejatinya cinta enggak perlu dipegang erat-erat dan biarkan lepas,bebas.

Jika dia memang cinta sejatimu maka dia akan kembali dengan cara yang mengagumkan, jikalau dia tidak kembali. Sederhana. Dia bukan cinta sejatimu.

-tere liye

Aku sering sekali jatuh cinta. Aku tak peduli kalau toh sebenarnya itu cuma rasa mengagumi mahakarya Tuhan yang indah. Sungguh aku tak peduli dan tak mau tau. Pada dasarnya cinta itu tak usah dicari, karna kau tak kehilangan cinta, lalu buat apa dicari?

screenshot_44
-Semar

Semar aja bilang gitu. Aku bukan memandang negatif lho ya, aku juga pengagum cinta, disaat aku terbuai oleh cinta aku merasa punya dunia sendiri, bahkan gelandangan-pun punya segudang cinta tanpa sempat kau tau. Tertuang dalam lagu slank – seperti para koruptor.

Kita semua terlahir karena dan untuk cinta, namun aku setuju jikalau cinta terkadang membuat kita sakit hati karna jujur aku-pun seringkali terjun bebas tersakiti oleh orang yang sama, edisi baper.

Cinta adalah bahaya, bahaya yang lekas jadi pudar. Entah apa unsur didalamnya membuat cinta adalah penyakit sekaligus obat yang membuat penggunanya gembira.

Namun ada sebagian orang yang telah tersakiti karena cinta membuat dirinya merubah pandangannya terhadap cinta, dan lebih memilih memperbaiki dirinya menjadi lebih baik daripada memilih jatuh cinta untuk kedua kali, biarkan mereka yang jatuh cinta terhadapku, bukan aku.

Aku mencintainya, cinta yang berusaha kusembunyikan dalam sikap-sikap dinginku.

-Dwitasari di Jatuh Cinta Diam Diam

And, I just want to spend the rest of my life laughing for love.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s