Hanya Rintik Kenangan

Semua tau, hujan tak pernah memperlihatkan apapun. Selain bunyi dan rintiknya yang selalu menari diatas ingatan. Dengan membawa sejuta kenangan.

Hujan tak berharap dirinya jatuh dan terjerembab. Dia terhempas, terbuang dan berakhir dengan suara yang teratur. Seperti nafas saat kita tidur.

Hujan adalah dirimu yang tak mengeluh saat jatuh berkali-kali dan tidak pernah menyalahkan takdir, karna hujan itu tabah.

Mereka yang berperasaan-lah yang dapat merasakan hujan, selain itu mereka hanya merasakan basah.

Hujan datang dengan tanda tanya besar. Ia tau kapan harus membasahi kota, Ia juga tau kapan ia harus berhenti, karna hujan itu romantis.

Terkadang hujan membawa genangan bersamaan dengan kenangan ketika tanah menadah rintiknya yang penuh penyesalan.

Bukan salah hujan, jika saat ia datang dan ingatanmu menuju pada kenangan di masa lalu. Bukan salah hujan. Hanya saja, hujan memang terlalu berbakat untuk membuat sistem otak kita bekerja dengan semestinya. Ia begitu pandai memanggil kenangan untuk hadir di ingatan.

Maka, jika hujan sudah bertindak sejauh itu. Apalagi yang bisa kita lakukan selain menerimanya? Menerima bahwa hujan dan kenangan adalah hal yang tak terpisahkan.

doa-saat-hujan-turun-eko-sudarmakiyanto.png


Diiringi bunyi rintik hujan dan ingatan yang sedang memanggil kenangan.

9 Oktober 2016 – Malang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s